Perkatakan yang Baik :)

Posted by: Margaretha Habeahan / Category:

"For me, words are a form of action, capable of influencing change. Their articulation represents a complete, lived experience."
Sebuah quotation dari Ingrid Bengis. Saya suka bagian dimana Bengis mengutip bahawa "words . . . capable of influencing change". Hmm, tampaknya belum terlalu "kuat" kalau Alkitab belum turun tangan menanggapi hal ini. Coba lihat ayat yang saya kutip:

"The good man brings good things out of the good stored up in his heart, and the evil man brings evil things out of the evil stored up in his heart. For out of the overflow of his heart his mouth speaks." Luke 6:45

Good man brings good things. So, be a good man :)

Ini ada sebuah notes yang sangat memberkati. Print notes ini dan tempelkan di dinding kamar kamu, atau dimanapun yang kamu suka. Pastikan kalau kamu bisa melihat notes ini sesering mungkin :)

Bersama dengan TUHAN YESUS,

saya HEBAT, saya PANDAI, saya LUAR BIASA, saya JUARA, saya BISA MENGATASI MASALAH, saya TIDAK MUDAH MARAH, saya BERSEMANGAT, saya MENJADI PENDENGAR YANG BAIK, saya DAPAT MENGERTI YANG LAIN, saya DAPAT MENGAMPUNI, saya BERSUKACITA, saya DAPAT BERSYUKUR, saya DIKASIHI TUHAN, saya DIPERHATIKAN TUHAN, saya BIJI MATA TUHAN, saya SAHABAT DEKAT TUHAN, saya DAPAT MENDENGAR SUARA TUHAN, saya MUDAH BERTOBAT, saya SEHAT JASMANI & ROHANI, saya MENGASIHI TUHAN, saya MUDAH DITEGUR DINASIHATI, saya MUDAH MENGERTI, saya PENUH BELAS KASIHAN, saya DIJAGA TUHAN, saya DIPELIHARA TUHAN, TIDAK ADA KESAKITAN YANG MENYAKITKAN saya, TIDAK ADA KECELAKAAN YANG MENCELAKAKAN saya, TIDAK ADA KETAKUTAN YANG MENAKUTKAN saya, saya DAPAT BERKAT TUHAN YANG MELIMPAH, saya DAPAT KEMURAHAN TUHAN, saya DAPAT KASIH KARUNIA TUHAN, saya DIURAPI TUHAN, saya DIBELA TUHAN, saya DIBERI KESEMPATAN TUHAN, saya DAPAT MENYEMBAH TUHAN, saya DAPAT MEMUJI TUHAN, saya BERTUMBUH DALAM SEGALA HAL, saya BERBUAH DALAM SEGALA HAL, saya DAPAT MENJALANKAN PESAN TUHAN.

saya jadi berkat bagi banyak orang & dapat memuliakan nama TUHAN dalam setiap langkah hidup saya sampai Tuhan mengangkat saya.

Semoga memberkati teman-teman ya :)
My special thanks to David Napitupulu for the notes. God bless y'all !


With Love,

Etha


Baca selengkapnya »

Jadilah Teladan

Posted by: Margaretha Habeahan / Category:

Sharing Komsel Konyakku*

HALELUYA !


“Sebab di mana dua atau tiga orang berkumpul dalam nama-Ku, di situ Aku ada di tengah-tengah mereka.” – Matius 18:20

Ayat di atas dengan sangat tegas memberikan alasan mengapa kita tidak boleh menjauhkan diri dari pertemuan-pertemuan ibadah (Ibrani 10:25). Tuhan Yesus hadir disana! Dan ya, saya percaya Tuhan Yesus hadir di pertemuan Komsel Konyakku yang diadakan malam ini, Senin, 21 Juni 2010 di dorm B5.

Dalam komsel saat itu, saya “bertugas” memimpin sharing. Mengawali sharing, saya membagikan apa yang tertulis di 1 Timotius 4:12.

“Jangan seorangpun menganggap engkau rendah karena engkau muda. Jadilah teladan bagi orang-orang percaya, dalam perkataanmu, dalam tingkah lakumu, dalam kasihmu, dalam kesetiaanmu dan dalam kesucianmu.”

I am amazed by that verse. Tuhan menugaskan kita untuk menjadi teladan sekalipun kita masih dalam usia yang relatif muda. Lalu, dalam hal apa saja kita harus menjadi teladan? Dalam ayat tersebut, terdapat 5 (hal) yang bisa menjadi panduan kita untuk menjadi teladan bagi dunia.

Hal Perkataan

Tuhan kita adalah Allah yang penuh kasih, dan Ia ingin supaya kita yang adalah anak-anak-Nya juga memiliki kasih dalam setiap perkataan kita. Yuk kita baca dulu apa yang tertulis diEfesus 4:29.
“Janganlah ada perkataan kotor keluar dari mulutmu, tetapi pakailah perkataan yang baik untuk membangun, di mana perlu, supaya mereka yang mendengarnya, beroleh kasih karunia.”

Ada seorang teman komsel, yang akrab disapa Kak Ape, sharing tentang usahanya dalam menjaga lidah dari perkataan yang sia-sia. Mengutarakan sesuatu yang sia-sia seperti Anjr*t, dkk menjadi sebuah kebiasaan bagi dia. Dia telah berusaha untuk menghilangkan kebiasaan buruk tersebut, tapi tetap saja terasa sulit bagi dia. Kak Bembi, teman kami, menyarankan untuk ngeplesetin kata sia-sia itu. Misalnya, anjr*t jadi asem. Ada juga yang menyarankan untuk berdoa meminta tuntunan Tuhan. 

Yang pasti, untuk sebuah kebiasaan buruk seperti ini, dibutuhkan juga support dari orang-orang sekitar untuk mengingatkan manakala temannya hendak mengutarakan hal yang sia-sia.

Kita juga diingatkan untuk menjaga pikiran dan hati kita untuk tetap bersih. Kenapa? Karena apa yang terlontar dari mulut kita berasal dari hati dan pikiran kita. 

Tingkah Laku

Nah, salah satu bentuk kesaksian kita bagi dunia tentang Tuhan Yesus yang penuh kasih juga terwujud dari tingkah laku kita. Bersikaplah seperti apa yang Tuhan Yesus inginkan. Apa yang Tuhan Yesus inginkan dalam sikap kita? Baca Alkitab! Pasti dapat jawabannya disana. Hehehehe :) 

Kasih

Mungkin teman-teman pernah atau sedang merasakan hal ini. Iblis sedang gencar-gencarnya memecah setiap hubungan persahabatan yang terjalin. Ada yang diserang dengan gosip, fitnah, perkataan tidak baik, dll. Kebanyakan nih, meminta maaf kepada sahabat lebih susah daripada minta maaf sama orang yang tidak dekat dengan kita. Nah, sebagai anak Tuhan yang tahu kebenaran, kita bisa menunjukkan kasih kita dengan meminta maaf kepada siapapun yang bermasalah dengan kita. Tidak peduli kita dalam posisi yang benar atau salah, yang harus kita lakukan adalah merendahkan hati kita untuk meminta maaf. 

Dalam 2 Timotius 3 disebutkan bahwa salah satu keadaan manusia pada akhir zaman adalah tidak mau berdamai. Kita memang manusia, tapi kita tidak berasalah dari dunia, jadi buat apa menjadi sama dengan dunia? Kejarlah kedamaian.

Kesetiaan

Untuk hal ini, kami membahas tentang kesetiaan dalam belajar. Terkadang rasa jenuh dan bosan datang membuat kita enggan belajar. Apa akibatnya? Nilai anjlok. Rasa bosan itu membuat kita tidak setia dengan komitmen kita untuk belajar. Disini, ada beberapa tips dari teman-teman komsel Konyakku dalam mengatasi rasa bosan dalam belajar. Semoga memberkati teman-teman pembaca sekalian.

1. Berdoa sebelum dan sesudah belajar.
2. Baca minimal satu ayat Alkitab sebelum belajar.
3. Kalau sudah benar-benar bosan ditengah proses belajar, dengarkanlah musik rohani. Ingat, yang didengarkan adalah musik rohani ya.
4. Cintai pelajarannya. Salah satu teman kami yang merasa lemah di pelajaran Accounting menempelkan catatan “I love Accounting” di dinding kamarnya. Setiap kali akan belajar Accounting, ia mengatakan pada hatinya kalau ia mencintai Accounting. And it works! Nilai Accountingnya naik!! Try it, teman :) 

5. Cintai lecturer-nya (guru atau dosen). Kadang yang buat kita malas mempelajari suatu subject (mata pelajaran) adalah karena dosennya yang nge-bosenin, dsb. Usahakan untuk mencintai dosen tersebut, walaupun rasa cintanya sedikit, yang penting cinta. Selain itu, fokuskan pikiran pada pelajarannya bukan siapa pengajarnya.

Kesucian

Kejatuhan dalam hal kesucian sangat rentan terjadi di suatu hubungan yang namanya “pacaran”. Ditambah lagi, film-film yang ada di negara kita sangat mendukung untuk melanggar hakekat kesucian yang ditekankan Allah untuk kita jaga.

Mulai dari pegangan tangan, kissing, sampai jauh hal-hal aneh lainnya bisa terjadi ketika kita tidak berpegang pada firman Tuhan. (Baca deh salah satu artikel lawas di blog ini yang berjudul “Love”). Ayoo Ayoo, tingkatkan kapasitas iman kita, dan tetap jaga kesucian dalam berpacaran.

Puji Tuhan, kami, anak-anak Komsel Konyakku, sangat tegas menolak melakukan berbagai kegiatan sia-sia yang disebutkan diatas. Saya akhirnya melontarkan sebuah pertanyaan diluar kegiatan sia-sia tersebut, tapi tetap dalam konteks kesucian dalam pacaran. Dan inilah perbincangan kami:

Etha : “Gw mau nanya pendapat kalian nih tentang hubungan beda iman?”

(Wah wah, mereka mulai tergelitik dengan pertanyaan saya. Rupa-rupanya kissing, free sex, dkk udah gak terlalu mempan buat kebanyakan anak-anak Tuhan. Hubungan beda iman menjadi ranjau baru sekarang.)

Kak AP : “Beda iman itu hal yang sangat mendasar. Daripada ujung-ujungnya menjadi masalah besar, lebih baik sebelum memulai sebuah hubungan, lihat imannya dulu ya.”

Kak Bembi : “Gw juga mau nanya nih. Tuhan kan bilang kalo terang gak bisa bersatu dengan gelap. Gimana kalo kasusnya tuh seperti ini. Andaikan ada seorang cowok yang deket sama seorang cewek. Mereka beda iman. Katakanlah yang sudah memiliki Tuhan Yesus (Kristen) itu si cowok. Dia tetap menjalankan kedekatannya dengan si cewek karena dia pengen si cewek juga kenal Tuhan Yesus?

Etha : “Hmm, kalo kata kakak rohani gw, kalo pengen seseorang yang kita suka juga mendapat keselamatan, jangan dengan cara seperti itu. Bisa aja si cewek mau terima Yesus sekarang, tapi motivasi dia beda. Bukan karena dia mencintai Yesus, tapi karena dia mencintai cowok itu. Jadi, lebih baik, si cowok itu mencari seseorang yang juga perempuan dengan iman yang teguh pada Yesus, untuk mengenalkan Yesus kepada cewek yang dia taksir itu. Biar, motivasi-nya gak salah.”

Remon : “Secara gw anak engineering, gw mau kasi dua perumpaan dari hukum yang ada di pelajaran Fisika.”

Semua : “Waaaaaaaa” 

Remon : “Perumpamaan pertama berhubungan gaya gravitasi. Misalkan saja, si cowok yang udah selamat itu berada di atas gunung dan si cewek itu berada di lembah. Nah, terus si cowok ini mau si cewek supaya bisa ikut naik ke gunung. Si cowok berusaha menarik si cewek, dan harus diingat kalau hukum gravitasi bekerja. Kira-kira ceweknya yang bakal ikutan naik, atau si cowok yang malah jadi jatuh ke lembah? Itu tergantung besar gaya yang dimiliki si cowok. Kalau gaya besar, pasti si cewek terangkat, tapi kalau gaya kecil, si cowok bisa jatuh. Kesimpulannya: BUILD STRONG RELATIONSHIP WITH GOD FIRST, because IT IS YOUR FORCE.

(posisi laki-laki sebagai seorang Kristen dan perempuan sebagai yang berbeda iman hanya untuk ilustrasi. Teman-teman boleh ubah sesuai dengan kondisi yang teman-teman alami/permasalahkan)

Perumpamaan kedua ini tentang bagaimana membesarkan nilai gaya tersebut. (Kali ini konteksnya sudah satu iman).

Andaikan saja ada dua gelas yang dua-duanya terisi setengah dengan air. Air kita umpamakan sebagai kasih. Menurut kalian, kalau mereka terus saling mengisi satu sama lain, mungkin gak kedua gelas tersebut bisa penuh?”

Semua : “Gak mungkin.”

Remon : “Gak mungkin kan? Nah, makanya cara yang paling mungkin agar kedua gelas dapat penuh terisi adalah: kedua gelas tersebut harus datang ke sumber airnya/sumber kasihnya. Siapa sumbernya? Tuhan Yesus. Tidak ada cara lain selain datang dan memberikan diri terisi penuh oleh kasih Tuhan Yesus.

Nah, teman-teman, semoga sharing yang telah dibaca menjadi berkat buat kita semua ya. Tetap semangat dalam Tuhan Yesus. Jadilah teladan. Tuhan Yesus memberkati !

With Love,

Etha


Baca selengkapnya »

Kemarahan

Posted by: Margaretha Habeahan / Category:

Dua minggu berlibur dan tidak memberikan postingan baru di blog ini bukan berarti saya melupakan teman-teman :) Saya punya sebuah perenungan yang ingin saya bagi disini.

Janji yang tidak ditepati, ulang tahun kita yang terlupakan, teman yang cerewet, liburan yang buruk, adalah sebagian dari banyak hal yang bisa jadi penggoda kita untuk marah. Kita semua tahu, hal kemarahan adalah sesuatu yang manusiawi, tapi ini juga adalah penggoda kita untuk berbuat dosa.

Di tengah kemarahan yang saya alami tiga hari yang lalu, saya memilih untuk diam di kamar. Sepertinya Tuhan sedih melihat saya tergoda untuk marah. Ia lalu menegur saya lewat sebuah buku. Buku itu berjudul Everyday Encouragement, karya Pamela McQuade

Ini, saya ketikkan pembahasan tetang kemarahan dari buku itu buat teman-teman supaya bisa membacanya juga dan merasakan berkat dari Dia, Allah yang perkasa. Be blessed, guys !

Kemarahan 

 Rencana Tuhan
“Hai saudara-saudara yang kukasihi, ingatlah hal ini: setiap orang hendaklah cepat untuk mendengar, tetapi lambat untuk berkata-kata, dan juga lambat untuk marah.” (Yakobus 1:19)

Tuhan memberikan nasihat yang baik tentang kemarahan. Sering kali, jika kita mendengar dengan hati-hati dan menahan lidah kita, kita tidak akan cepat marah. Komunikasi yang baik dapat mencegah banyaknya trauma emosional. Emosi yang terluka, sering kali membuat kita mengucapkan kata-kata yang akan kita sesali, dan semakin membuat masalah menjadi lebih buruk. Jadi, ketika kita dicobai untuk menjadi marah, cobalah berhenti, dengarkan, dan tahan lidah kita untuk sesaat. Itu adalah rencana Tuhan untuk hubungan yang lebih damai.

 Solusi dengan Doa
“Oleh karena itu aku ingin, supaya dimana-mana orang laki-laki berdoa dengan menadahkan tangan yang suci, tanpa marah dan tanpa perselisihan.” (I Timotius 2:8)

Kemarahan menjadi jebakan yang nyata, bahkan bagi orang-orang Kristen. Ketika kita mencoba untuk mengatasi perbedaan dengan amarah, maka kita akan “mendarat” pada masalah besar, memberi dampak buruk, bahkan menghancurkan seluruh jemaat. Satu solusi untuk kemarahan adalah doa. Sangatlah sulit untuk tetap marah terhadap seseorang yang Anda doakan, bahkan meskipun orang tersebut terus-menerus menjengkelkan Anda. Sebagaimana Roh Bapa bekerja dalam hati Anda, Anda pun memberi orang tersebut kesempatan kedua, ketiga, atau bahkan seratus tiga kali kesempatan. Dalam Yesus, dosa kemarahan tidak dapat melekat.

 Biarkan Kemarahan Berlalu
“Perbuatan daging telah nyata yaitu: percabulan . . . penyembahan berhala, sihir, perseteruan, perselisihan, iri hati, amarah . . ..” (Galatia 5:19-20)

Ini bukanlah sesuatu yang ingin kita dengar, tetapi menurut Tuhan, kemarahan sejajar dengan dosa-dosa seperti percabulan dan penyembahan berhala. Kebanyakan dari kita pernah merasa sangat marah. Namun, jika perasaan seperti ini mengendalikan kehidupan kita dan berbuahkan kepahitan, maka kita jatuh ke dalam dosa. Ketika kemarahan “menyentuh” reaksi kita, mari gunakan hal tersebut sebagai tanda peringatan atas sebuah masalah yang menuntut perhatian kita. Melalui tindakan yang bijak dan doa, kemarahan tidak perlu mengendalikan kita.

 Kemarahan yang Baik
“Apabila kamu menjadi marah, janganlah kamu berbuat dosa: janganlah matahari terbenam, sebelum padam amarahmu.” (Efesus 4:26)

Kita memiliki alasan yang benar untuk marah ketika kita melihat perbuatan yang salah terhadap orang yang tidak berdosa. Tetapi Tuhan memperingatkan kita untuk tidak membiarkan kemarahan bertahan lama. Kita perlu datang kepada-Nya dalam doa, mempertimbangkan masalah kita di dalam Dia, dan akhirnya meninggalkannya di dalam tangan-Nya. Jika kita dapat menolong memperbaiki kesalahan, seharusnya kita melakukannya, tetapi berdiam diri dan tidak memberikan solusi sambil menggerutu, bukanlah sebuah pilihan yang baik untuk kita ambil. Biarkan kemarahan mendorong kita melakukan yang baik, bukan merusak kesehatan emosi kita.

 Kata-Kata yang Lemah Lembut
“Jawaban yang lemah lembut meredakan kegeraman, tetapi perkataan yang pedas membangkitkan marah.” (Amsal 15:1)

Cara Anda berbicara, akan memberi dampak yang kuat kepada orang-orang di sekitar Anda. Jika seseorang sedang ada dalam keadaan emosi, apakah Anda memadamkan kemarahan tersebut dengan kata-kata yang teduh, atau mungkin menggeloranya dengan cara yang keras? Apakah Anda memulai “kebakaran hutan” terhadap saudaramu yang menjengkelkan Anda, atau memadamkan nyala api itu dengan kata-kata yang lembut? Panasnya kemarahan membuat keputusan yang bijaksana menjadi mustahil. Namun, firman Tuhan menawarkan nasihat yang membawa kedamaian untuk kehidupan kita. Kata-kata yang lemah lembut menjadi pilihan yang paling bijak.

Kiranya pembahasan diatas mengingatkan kita dan menguatkan kita untuk selalu memilih firman Tuhan sebagai jalan dalam kehidupan kita.

PS: Temans, jangan ragu ya untuk menghubungi saya di margaretha.habeahan@ymail.com. Tuhan Yesus memberkati.

With love,

Etha





Baca selengkapnya »

Komsel

Posted by: Margaretha Habeahan / Category:


Dear readers,

Wajah-wajah yang terpampang di atas adalah wajah anggota-anggota komsel Bang David (begitu kami biasa menyebut komsel ini). Dari nama komselnya sudah dapat disimpulkan bahwa ketua komsel ini bernama David, seorang pria berdarah Batak-Manado yang bermarga Napitupulu. Kalo digabungin, namanya jadi David Napitupulu, hehehe :)

Sedikit mengenang asal mula komsel ini. Saat itu, saya dan seorang teman saya mengikuti retreat dari kampus. Nama teman saya ini Marlon. Di acara retreat, ternyata saya, Marlon, dan Bang David (begitu saya dan Marlon menyapa sosok yang murah senyum ini) satu group (nama group kami 'Henok'). Karena harus menjalankan hari-hari di retreat bersama, akhirnya keakraban pun tercipta diantara kami.


Beberapa hari setelahnya, Bang David lalu menghubungi saya dan Marlon untuk bertemu. Hehehe, saya tidak lupa kejadian hari itu, soalnya hari itu jadinya saya dan Bang David menemani Marlon ke kantor polisi buat ngurus sesuatu.

Ternyata Bang David ingin mengajak saya dan Marlon untuk bergabung dalam suatu komsel. Awalnya, komsel ini juga beranggotakan kakak-kakak dari ATMI Cikarang. Tapi seberjalannya waktu, karena jarak, akhirnya kakak-kakak tersebut memutuskan untuk bergabung di komsel yang terdekat dengan tempat tinggal mereka. Dan sekarang... tadaaaaaaa, lihat wajah-wajah manis dan tampan yang selalu rindu menyenangkan hati Tuhan bersama-sama berkumpul di komsel ini.

Akhir-akhir ini, saya baru menyadari, bahwa dalam setiap perjumpaan yang kita alami, ada suatu maksud yang Tuhan ingin nyatakan. Dengan berkumpul bersama teman-teman seiman secara rutin, sangat membantu saya untuk menjaga api sukacita Tuhan dalam diri saya.

“Janganlah kita menjauhkan diri dari pertemuan-pertemuan ibadah kita, seperti dibiasakan oleh beberapa orang, tetapi marilah kita saling menasehati, dan semakin giat melakukannya menjelang hari Tuhan yang mendekat.”
(Ibrani 10:25)

Keterangan foto diatas:
(ki-ka,baris atas) Bang David, Etha, Brother Marlon, Kak Mai, Brother Agung, Marina
(ki-ka, baris tengah) Kak Kenny, Marry, Kak Hubert, Rosse, Prisca, Cherly
(ki-ka, baris bawah) Bang TJ, Marintan, Erin, Cynthia

God bless you :)

With love,

Etha


Baca selengkapnya »

Love

Posted by: Margaretha Habeahan / Category:

Actually, awalnya saya bingung mau membahas tentang apa. I really want to share something about love, but I don’t know which topic I’m gonna choose to be discused in this article. Sambil mendengarkan instrumen You’re Beautiful, saya coba cari inspirasi. Eh, ternyata sumber inspirasi datang dari notes di handphone saya. Saya baru ingat, saya pernah mengetikkan bahasan komsel hari Jumat, 19 April 2010 di notes hp.
Malam itu, bahasan komsel kami adalah tentang LOVE (Cinta).

Buka Kejadian 2 : 18 -25 dulu yuuk 

<3 We don’t have to worry about our soulmate. Why? Let see verse 18
”The Lord God said “It is not good for the man to be alone. I will make a helper suitable for him

Still about verse 18. It is written: ”. . . I will make a helper suitable for him” Tuhan mau kasih kita pasangan yang sepadan. Sepadan gimana? Ok, saya mau kasih perumpamaan gelas penuh buat teman-teman.

Ketika mencari pasangan, usahakanlah agar orang itu adalah orang yang bergelas penuh. Misalnya gini, kamu punya gelas penuh tapi pasangan kamu punya gelas yang gak penuh. Ketika dia jatuh, kamu harus bagi isi gelas kamu ke dia. Sekarang setelah gelas dia penuh, gantian kamu yang isi gelasnya gak penuh. Dia gantian isi gelas kamu. Terus dan terus kalian gantian saling mengisi gelas yang sampai Tuhan Yesus datang gak penuh-penuh. Gak mau kayak gitu kan?

Kalo saya boleh artikan, gelas penuh ini menggambarkan tentang cinta kita ke Tuhan. Ketika kita mencintai Tuhan lebih dari apapun, saya percaya, kita akan setia pada-Nya, pada setiap perintah-Nya. Dan dijamin, damai sejahtera pasti selalu melingkupi hati kita. Ketika kita mencintai Tuhan dengan sepenuh hati, damai terpancar dari aura kita. Aura damai yang keluar mempengaruhi orang di sekitar kita. Dan terciptalah sebuah hubungan dengan damai sukacita yang dari Tuhan.

Next, kita melangkah ke verse 20
”So the man gave names to all the livestock, the birds of the air and all the beasts of the field. But for the man no suitable helper was found.”
Hmm, alasan lain kita gak perlu khawatir tentang hal ini (soulmate): waktunya Tuhan, bukan waktunya manusia. Lihat aja, si Adam udah nyari-nyari pasangannya diantara makhluk hidup yang ada, tapi karena belum waktunya, Tuhan belum ngasih pasangan ke si Adam. Ingat, sekali lagi: waktunya Tuhan bukan waktunya manusia.

Lanjuut, sekarang coba deh baca verse 21-22

”So the Lord God caused the man to fall into a deep sleep; and while he was sleeping, He took one of the man’s ribs and closed up the place with flesh. Then the Lord God made a woman from the rib He had taken out of the man, and He brought her to the man.”

Intinya, Tuhanlah yang mempersiapkan dan menyediakan. Okeey ? 

Saya juga jadi teringat nih dengan sebuah pertanyaan dari seorang adik kelas: “Boleh gak kak kita pacaran beda iman?”

Dulu sih, saya jawabnya gini: ‘boleh-boleh aja, yang penting ntar nikahnya harus seiman ya.’ Sekarang, setelah dewas (hehehehe), punya banyak pengetahuan (hihhihihi), kalo ada yang nanya gitu, saya mau jawab gini:

“Pacaran tujuannya buat apa hayoo? Buat nikah kan? Coba ubah pola pikir kita menjadi seperti ini. Gak ada lagi yang namanya pacaran, yang ada masa pra-menikah. Kan di 2 Korintus 6:14 tertulis ‘Janganlah kamu merupakan pasangan yang tidak seimbang dengan orang-orang yang tak percaya. Sebab persamaan apakah terdapat antara kebenaran dan kedurhakaan? Atau bagaimanakah terang dapat bersatu dengan gelap?’ Nah, sekarang udah tau kan kesimpulannya?”

Oh iya, mengenai terang dan gelap, saya jadi teringat status teman saya di FB. Dia bilang gini, terang gak bisa nyatu dengan gelap. Kenapa? Karena ada dua kemungkinan yang terjadi kalo terang bersatu dengan gelap. Yang terang ngikutin yang gelap jadi gelap atau yang terang berhasil menerangi yang gelap jadi bisa sama-sama terang. Iya kalo jadi terang sama-sama, lah kalo yang terang meredup akhirnya terangnya mati, kan gak enak jadinya. (hahaha, benar juga ya  )

Nah, sekian dulu ya kawan-kawan. Jangan ragu untuk menghubungi saya di margaretha.habeahan@ymail.com

Tuhan Yesus memberkati 

With love,

Etha


Baca selengkapnya »

Buku Let Us Praise & Worship

Posted by: Margaretha Habeahan / Category:


Tuhan Yesus baik !

Shaloom teman-teman!

Gw punya rekomendasi buku yang bagus banget nih. Beberapa minggu yang lalu, gw sama dua sobat gw, Agung dan Marlon, ke JPCC. Sepulang dari JPCC, kita jalan-jalan dulu ke mal. Nah, karena kita bertiga sukaa banget baca buku, akhirnya kita bertiga milih untuk jalan-jalan di Gramedia aja.

Di Gramedia, kita tongkrongin rak buku rohani Kristen. Kocak, beberapa judul buku kita jadikan bahan ledekkan buat satu sama lain. Hehehe

Beberapa saat sebelum pulang, ternyata si Marlon menemukan dua buah buku yang sangat keren. Judulnya “Let Us Praise” dan “Let Us Worship”. Bisa dibeli terpisah, bisa juga langsung sepaket dua buku. Kalo beli yang satu paket, gratis CD.
Beberapa hari yang lalu, si Marlon bilang dia udah beli yang “Let Us Worship”. Waah, gw ketinggalan nih. Akhirnya gw berusaha keras cari buku “Let Us Praise” di toko buku online. Dapat deh dari www.belbuk.com

Ini resensi bukunya yang gw dapat dari www.ebahana.com
Kategori Buku : Ptumb. Rohani
Penulis Judson Cornwall
Format/Jml. Hlm 16x23, x+186 halaman
Edisi/Cetakan I, 1st Published
Thn Terbit 2009
Paket: 2 in 1 + CD Franky Sihombing
Harga: Rp. 80.000,-

Pertanyaan yang sering muncul tentang pujian adalah "Apa dasar alkitabiah pujian?" Pujian sering sulit dijelaskan dan terkadang telah ada patokan tersendiri tentang arti pujian. Namun, saat itu diperdebatkan, sulit untuk menemukan titik temunya. Buku ini merupakan suatu usaha untuk menjawab pertanyaan tersebut. Terdapat lebih dari 350 kutipan atau rujukan ayat Alkitab dalam buku ini yang mendasari pujian dari teladan Allah sendiri. Buku ini didasari oleh sumer yang benar-benar murni, yaitu Alkitab itu sendiri.

Gw udah mesen tuh di belbuk.com, sekarang tinggal tunggu pesanan sampai 


Baca selengkapnya »

ANTARA - Berita Terkini

Followers

Links