Sharing Komsel Konyakku*
HALELUYA !
“Sebab di mana dua atau tiga orang berkumpul dalam nama-Ku, di situ Aku ada di tengah-tengah mereka.” – Matius 18:20
Ayat di atas dengan sangat tegas memberikan alasan mengapa kita tidak boleh menjauhkan diri dari pertemuan-pertemuan ibadah (Ibrani 10:25). Tuhan Yesus hadir disana! Dan ya, saya percaya Tuhan Yesus hadir di pertemuan Komsel Konyakku yang diadakan malam ini, Senin, 21 Juni 2010 di dorm B5.
Dalam komsel saat itu, saya “bertugas” memimpin sharing. Mengawali sharing, saya membagikan apa yang tertulis di 1 Timotius 4:12.
“Jangan seorangpun menganggap engkau rendah karena engkau muda. Jadilah teladan bagi orang-orang percaya, dalam perkataanmu, dalam tingkah lakumu, dalam kasihmu, dalam kesetiaanmu dan dalam kesucianmu.”
I am amazed by that verse. Tuhan menugaskan kita untuk menjadi teladan sekalipun kita masih dalam usia yang relatif muda. Lalu, dalam hal apa saja kita harus menjadi teladan? Dalam ayat tersebut, terdapat 5 (hal) yang bisa menjadi panduan kita untuk menjadi teladan bagi dunia.
Hal Perkataan
Tuhan kita adalah Allah yang penuh kasih, dan Ia ingin supaya kita yang adalah anak-anak-Nya juga memiliki kasih dalam setiap perkataan kita. Yuk kita baca dulu apa yang tertulis diEfesus 4:29.
“Janganlah ada perkataan kotor keluar dari mulutmu, tetapi pakailah perkataan yang baik untuk membangun, di mana perlu, supaya mereka yang mendengarnya, beroleh kasih karunia.”
Ada seorang teman komsel, yang akrab disapa Kak Ape, sharing tentang usahanya dalam menjaga lidah dari perkataan yang sia-sia. Mengutarakan sesuatu yang sia-sia seperti Anjr*t, dkk menjadi sebuah kebiasaan bagi dia. Dia telah berusaha untuk menghilangkan kebiasaan buruk tersebut, tapi tetap saja terasa sulit bagi dia. Kak Bembi, teman kami, menyarankan untuk ngeplesetin kata sia-sia itu. Misalnya, anjr*t jadi asem. Ada juga yang menyarankan untuk berdoa meminta tuntunan Tuhan.
Yang pasti, untuk sebuah kebiasaan buruk seperti ini, dibutuhkan juga support dari orang-orang sekitar untuk mengingatkan manakala temannya hendak mengutarakan hal yang sia-sia.
Kita juga diingatkan untuk menjaga pikiran dan hati kita untuk tetap bersih. Kenapa? Karena apa yang terlontar dari mulut kita berasal dari hati dan pikiran kita.
Tingkah LakuNah, salah satu bentuk kesaksian kita bagi dunia tentang Tuhan Yesus yang penuh kasih juga terwujud dari tingkah laku kita. Bersikaplah seperti apa yang Tuhan Yesus inginkan. Apa yang Tuhan Yesus inginkan dalam sikap kita? Baca Alkitab! Pasti dapat jawabannya disana. Hehehehe :)
KasihMungkin teman-teman pernah atau sedang merasakan hal ini. Iblis sedang gencar-gencarnya memecah setiap hubungan persahabatan yang terjalin. Ada yang diserang dengan gosip, fitnah, perkataan tidak baik, dll. Kebanyakan nih, meminta maaf kepada sahabat lebih susah daripada minta maaf sama orang yang tidak dekat dengan kita. Nah, sebagai anak Tuhan yang tahu kebenaran, kita bisa menunjukkan kasih kita dengan meminta maaf kepada siapapun yang bermasalah dengan kita. Tidak peduli kita dalam posisi yang benar atau salah, yang harus kita lakukan adalah merendahkan hati kita untuk meminta maaf.
Dalam 2 Timotius 3 disebutkan bahwa salah satu keadaan manusia pada akhir zaman adalah tidak mau berdamai. Kita memang manusia, tapi kita tidak berasalah dari dunia, jadi buat apa menjadi sama dengan dunia? Kejarlah kedamaian.
KesetiaanUntuk hal ini, kami membahas tentang kesetiaan dalam belajar. Terkadang rasa jenuh dan bosan datang membuat kita enggan belajar. Apa akibatnya? Nilai anjlok. Rasa bosan itu membuat kita tidak setia dengan komitmen kita untuk belajar. Disini, ada beberapa tips dari teman-teman komsel Konyakku dalam mengatasi rasa bosan dalam belajar. Semoga memberkati teman-teman pembaca sekalian.
1. Berdoa sebelum dan sesudah belajar.
2. Baca minimal satu ayat Alkitab sebelum belajar.
3. Kalau sudah benar-benar bosan ditengah proses belajar, dengarkanlah
musik rohani. Ingat, yang didengarkan adalah musik rohani ya.
4. Cintai pelajarannya. Salah satu teman kami yang merasa lemah di pelajaran Accounting menempelkan catatan “I love Accounting” di dinding kamarnya. Setiap kali akan belajar Accounting, ia mengatakan pada hatinya kalau ia mencintai Accounting. And it works! Nilai Accountingnya naik!! Try it, teman :)
5. Cintai lecturer-nya (guru atau dosen). Kadang yang buat kita malas mempelajari suatu subject (mata pelajaran) adalah karena dosennya yang nge-bosenin, dsb. Usahakan untuk mencintai dosen tersebut, walaupun rasa cintanya sedikit, yang penting cinta. Selain itu, fokuskan pikiran pada pelajarannya bukan siapa pengajarnya.
KesucianKejatuhan dalam hal kesucian sangat rentan terjadi di suatu hubungan yang namanya “pacaran”. Ditambah lagi, film-film yang ada di negara kita sangat mendukung untuk melanggar hakekat kesucian yang ditekankan Allah untuk kita jaga.
Mulai dari pegangan tangan, kissing, sampai jauh hal-hal aneh lainnya bisa terjadi ketika kita tidak berpegang pada firman Tuhan. (Baca deh salah satu artikel lawas di blog ini yang berjudul “Love”). Ayoo Ayoo, tingkatkan kapasitas iman kita, dan tetap jaga kesucian dalam berpacaran.
Puji Tuhan, kami, anak-anak Komsel Konyakku, sangat tegas menolak melakukan berbagai kegiatan sia-sia yang disebutkan diatas. Saya akhirnya melontarkan sebuah pertanyaan diluar kegiatan sia-sia tersebut, tapi tetap dalam konteks kesucian dalam pacaran. Dan inilah perbincangan kami:
Etha : “Gw mau nanya pendapat kalian nih tentang hubungan beda iman?”
(Wah wah, mereka mulai tergelitik dengan pertanyaan saya. Rupa-rupanya kissing, free sex, dkk udah gak terlalu mempan buat kebanyakan anak-anak Tuhan. Hubungan beda iman menjadi ranjau baru sekarang.)
Kak AP : “Beda iman itu hal yang sangat mendasar. Daripada ujung-ujungnya menjadi masalah besar, lebih baik sebelum memulai sebuah hubungan, lihat imannya dulu ya.”
Kak Bembi : “Gw juga mau nanya nih. Tuhan kan bilang kalo terang gak bisa bersatu dengan gelap. Gimana kalo kasusnya tuh seperti ini. Andaikan ada seorang cowok yang deket sama seorang cewek. Mereka beda iman. Katakanlah yang sudah memiliki Tuhan Yesus (Kristen) itu si cowok. Dia tetap menjalankan kedekatannya dengan si cewek karena dia pengen si cewek juga kenal Tuhan Yesus?
Etha : “Hmm, kalo kata kakak rohani gw, kalo pengen seseorang yang kita suka juga mendapat keselamatan, jangan dengan cara seperti itu. Bisa aja si cewek mau terima Yesus sekarang, tapi motivasi dia beda. Bukan karena dia mencintai Yesus, tapi karena dia mencintai cowok itu. Jadi, lebih baik, si cowok itu mencari seseorang yang juga perempuan dengan iman yang teguh pada Yesus, untuk mengenalkan Yesus kepada cewek yang dia taksir itu. Biar, motivasi-nya gak salah.”
Remon : “Secara gw anak engineering, gw mau kasi dua perumpaan dari hukum yang ada di pelajaran Fisika.”
Semua : “Waaaaaaaa”
Remon : “Perumpamaan pertama berhubungan gaya gravitasi. Misalkan saja, si cowok yang udah selamat itu berada di atas gunung dan si cewek itu berada di lembah. Nah, terus si cowok ini mau si cewek supaya bisa ikut naik ke gunung. Si cowok berusaha menarik si cewek, dan harus diingat kalau hukum gravitasi bekerja. Kira-kira ceweknya yang bakal ikutan naik, atau si cowok yang malah jadi jatuh ke lembah? Itu tergantung besar gaya yang dimiliki si cowok. Kalau gaya besar, pasti si cewek terangkat, tapi kalau gaya kecil, si cowok bisa jatuh. Kesimpulannya: BUILD STRONG RELATIONSHIP WITH GOD FIRST, because IT IS YOUR FORCE.
(posisi laki-laki sebagai seorang Kristen dan perempuan sebagai yang berbeda iman hanya untuk ilustrasi. Teman-teman boleh ubah sesuai dengan kondisi yang teman-teman alami/permasalahkan)
Perumpamaan kedua ini tentang bagaimana membesarkan nilai gaya tersebut. (Kali ini konteksnya sudah satu iman).
Andaikan saja ada dua gelas yang dua-duanya terisi setengah dengan air. Air kita umpamakan sebagai kasih. Menurut kalian, kalau mereka terus saling mengisi satu sama lain, mungkin gak kedua gelas tersebut bisa penuh?”
Semua : “Gak mungkin.”
Remon : “Gak mungkin kan? Nah, makanya cara yang paling mungkin agar kedua gelas dapat penuh terisi adalah: kedua gelas tersebut harus datang ke sumber airnya/sumber kasihnya. Siapa sumbernya? Tuhan Yesus. Tidak ada cara lain selain datang dan memberikan diri terisi penuh oleh kasih Tuhan Yesus.
Nah, teman-teman, semoga sharing yang telah dibaca menjadi berkat buat kita semua ya. Tetap semangat dalam Tuhan Yesus. Jadilah teladan. Tuhan Yesus memberkati !
With Love,
Etha
Baca selengkapnya »